Masmindo Bantu Petani Luwu Hadapi Ancaman Gagal Panen

Berita33 Dilihat

Titikkritis.com, Luwu — Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak terhadap sektor pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sejumlah lahan persawahan mengalami kekeringan yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi sekaligus meningkatkan risiko gagal panen bagi petani,11 September 2026.

Kondisi tersebut mendorong PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Sosial, serta FORDES MATAPPA, melakukan sejumlah langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian yang terdampak.

Penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah. Upaya tersebut dilakukan melalui pemanfaatan pompa air, penyediaan sumur bor, hingga penggunaan water truck.

Dalam pelaksanaannya, penyiraman lahan pertanian dilakukan bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Luwu. Secara keseluruhan, upaya tersebut menjangkau sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.

Dukungan tersebut difokuskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air, agar tanaman padi yang telah ditanam tetap mendapatkan pasokan air selama musim kemarau.

Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan langkah tersebut merupakan respons bersama terhadap kondisi yang dihadapi petani dan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu serta FORDES MATAPPA.

“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujar Mustafa.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, SP, M.Si, mengatakan musim kemarau yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir telah memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas pertanian di Kabupaten Luwu.

“Persawahan di Kabupaten Luwu selama musim kemarau atau sekitar satu bulan terakhir ini memang berdampak besar terhadap petani, baik sawah irigasi terlebih untuk sawah tadah hujan,” ujar Islamuddin.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dalam membantu petani menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.

“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.

Salah seorang petani asal Desa Senga Selatan, Adi, mengatakan kekeringan yang berlangsung sekitar satu bulan telah memengaruhi pertumbuhan tanaman padi di sawahnya.

“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.

Kolaborasi MDA, Pemerintah Kabupaten Luwu, dan FORDES MATAPPA tersebut diharapkan dapat membantu petani melewati periode kemarau sekaligus menjaga tanaman padi yang telah ditanam hingga masa panen.

Penanganan dilakukan dengan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan agar dukungan dapat menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *