Aktivitas Pos KJM Buka Peluang Usaha bagi Warung Asma Yanti di Desa Saronda

Berita73 Dilihat

Titikkritis.com,  Luwu – Aktivitas Pos 1 Kader Jaga Mobilisasi (KJM) Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ikut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitarnya. Salah satunya dirasakan Asma Yanti (36), pemilik warung makan yang berada tepat di depan pos tersebut.

Asma mengatakan, keberadaan petugas yang berjaga di Pos 1 KJM turut menambah pelanggan warung yang telah dirintisnya sekitar setahun terakhir. Ia melayani kebutuhan makanan dan minuman bagi petugas maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

“Menambah pendapatan. Saya kira kita bersyukur dengan kehadiran mereka,” kata Asma.

Menurut Asma, warungnya rata-rata memperoleh pendapatan sekitar Rp120.000 per hari dari konsumsi petugas PT Masmindo Dwi Area (MDA) yang bertugas di pos tersebut. Pendapatan itu belum termasuk pembelian dari warga dan pengendara yang singgah.

“Setiap hari rata-rata Rp120.000 dari karyawan PT MDA yang bertugas di posko. Belum lagi kalau ada yang melintas dan singgah,” ujarnya.

Bagi Asma, tambahan pendapatan tersebut membantu menopang kebutuhan sehari-hari. Warung sederhana itu juga menjadi salah satu usaha warga yang memanfaatkan aktivitas masyarakat di sekitar proyek Awak Mas.

Selain warung makan, sejumlah usaha lain juga terdapat di sekitar Pos 1 KJM, seperti penjualan kebutuhan harian dan pengisian ulang air galon. Aktivitas tersebut membuat kebutuhan konsumsi petugas dan masyarakat dapat dipenuhi dari usaha warga setempat.

Koordinator Pos 1 KJM Desa Saronda, Muhammad Haris, mengatakan keberadaan pos tersebut mendapat respons positif dari masyarakat setelah berjalan sekitar tiga minggu.

“Sejauh ini, respons masyarakat terhadap kehadiran posko di sini setelah tiga minggu berjalan cukup baik,” ujar Haris.

Menurut Haris, kebutuhan konsumsi petugas diupayakan melibatkan warung-warung warga yang berada di sekitar pos. Pelibatan tersebut dilakukan secara bergantian agar manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh satu pelaku usaha.

“Untuk konsumsi, kita memberdayakan warung-warung di depan sini secara bergantian. Misalnya tiga minggu ke depan di warung sebelah lagi,” tuturnya.

Haris mengatakan, kebutuhan lain seperti air minum juga dipenuhi melalui usaha masyarakat di sekitar pos.

“Belum lagi isi galon, juga ada di sini dan kebutuhan lain-lain,” katanya.

Perputaran kebutuhan tersebut membuat sebagian belanja harian petugas dan aktivitas di sekitar pos masuk ke usaha masyarakat setempat. Bagi pelaku UMKM, transaksi yang berlangsung secara rutin dapat menjadi tambahan pemasukan bagi keluarga.

Selain mendukung aktivitas ekonomi warga, Haris mengatakan Pos KJM juga berfungsi sebagai salah satu penghubung komunikasi antara masyarakat dengan perusahaan.

“Di sini juga menjadi penyambung aspirasi warga ke perusahaan,” katanya.

Menurut Haris, masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan melalui keberadaan pos tersebut. Dengan demikian, fungsi pos tidak hanya berkaitan dengan penjagaan dan mobilisasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dengan masyarakat sekitar.
Keberadaan Pos 1 KJM berada di tengah aktivitas masyarakat Desa Saronda yang berinteraksi dengan kegiatan proyek Awak Mas. Kondisi tersebut membuat aktivitas di sekitar pos turut bersinggungan dengan kehidupan ekonomi warga.

Bagi Asma, perubahan itu terlihat dari hal sederhana. Warung yang dikelolanya kini memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga petugas yang beraktivitas di Pos 1 KJM.

Ia berharap peluang tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi usaha kecil di sekitar Desa Saronda.

Dari sebuah warung sederhana di depan pos, Asma melihat peluang untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Sementara bagi warga lainnya, aktivitas di sekitar Pos KJM menjadi ruang baru untuk menggerakkan usaha dan menambah penghasilan keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *